Jumat, 24 April 2015

Hadirnya makrifatulloh tidak bergantung pada banyaknya amal melainkan kualitas amal


Tatakala alloh telah membuka satu pandanganmu dari Ma'rifat (alloh) maka engkau jangan berpaling karena sedikitnya amalmu, karena sesungguhnya alloh tdk akan membuka nya (Ma'rifat) kecuali dia menghendaki mengenalkan dirinya kepada mu.
Ma'rifat ialah mengetahui dan mengenal alloh dengan hadirnya rasa cinta kepada alloh di dalam hati seorang hamba.
Fainsya alloh : hadirnya Ma'rifat tidak bergantung atas banyak sedikitnya sebuah amal, melainkan kualitas sebuah amal ( seberapa ikhlas yg di lakukan untuk alloh) agar alloh berkenan mengenalkan dirinya untuk di cintai seorang hamba.
Apakah tiada engkau mengetahui bahwa pengenalan (al-Makrifah) adalah pemberian alloh kepadamu, sedangkan segala amalmu merupakan hadiahmu kepadaNya? Di manakah nilai hadiahmu kepada alloh jika dibandingkan dengan pemberianNya kepadamu?
Maksudnya fainsya alloh, apakah kita ketahui bahwa Ma'rifat ( melihat,mengenal dg rasa cinta kpd alloh dan dan kadang rasa semangat kita dlm agama dan ibadah ) adalah anugerah dan pemberian dari alloh,-
Maka segala amaliyah dan ubudiyah yg kita lakukan ialah semata - mata agar kita bisa taqorrub / dekat kepada alloh, karena jika amal kita merupakan hadiah kepada alloh, maka sangatlah tidak bernilai jika di bandingkan dg apa yg di berikan alloh kpd kita.
Maka sangatlah tdk pantas bagi seorang hamba yg dlm beramal dan ibadahnya masih mengharap dan meminta banyak hal kpd alloh, sedang sudah banyak hal dan nikmat yg di berikan alloh tidak pernah di sadari, dan hanya sdkit amal serta ibadah yg ikhlas krn alloh.

#AQIQAH
#KHAIRUNNAS

Kamis, 23 April 2015

Keraguan terhadap janji alloh menjadikan mata hati hamba gelap


Jangan engkau menjadi ragu mengenai janji-janji Alloh, ketika tidak terjadi yang dijanjikan, meskipun telah ditentukan waktunya, agar keraguan tersebut tidak menjadikan buta mata hatimu dan tidak memadamkan cahaya sirr-mu (cahaya hati mu)

Fainsya alloh maksudnya, jangan sampai kita meragukan atas janji alloh,karena keraguan tersebut akan menjadikan buta nya mata hati mu dan meredupkan cahaya hati mu

Janji alloh pastilah benar dan pasti terwujud, mungkin datangnya janji Allah menurut syarat dan sebab yang dipilih oleh Alloh, yang ada dalam ilmunya Alloh serta tiada terlihat kedatangannya. Begitu juga atas doa - doa hamba

Jika doa-doa hamba belum di wujudkan oleh alloh, mungkin ada syarat dan asbab yang belum dilakukan hamba untuk terwujudnya doa tersebut, oleh seorang hamba.

#Khairunnas
#aqiqah

Cara alloh mengabulkan do'a hamba


Karena Alloh telah menjamin untukmu akan menerima semua do’a, menurut apa-apa yang Alloh pilih untuk kamu, bukan menurut apa-apa yang kamu pilih untuk dirimu, dan pada waktu yang ditentukan oleh Alloh, bukan pada waktu yang kamu kehendaki.

Fainsya alloh maksudnya, alloh menjamin menerima doa hambanya dengan   menurut kehendak alloh bukan kehendak hamba, dan waktu yg di kehendaki alloh bukan oleh hamba, karena alloh maha mengetahui sedang hamba tidak sedikitpun,

Qs.al baqarah 216 : boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik bagimu (mnrut alloh), dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagi mu (mnrut alloh), alloh maha mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.

Hendaknya Syariat nya kita berdoa dan hakikatnya kita bertawakkal dan pasrah kepada alloh atas apa - apa yang di kehendaki alloh untuk diri kita, agar kita tidak menjadi mahluk yg selalu menuntut kpd alloh, sedang tidak sedikitpun ibadah ikhlas krn allohh 

ttp://aqiqahnurulhayat.com/news/kambing-aqiqah