Jumat, 08 Mei 2015


Macam dan jenisnya berbagai amal, karena beraneka ragamnya waridatil ahwal ( tingkah hati )
Maksudnya Fainsya alloh, banyak amalan dan ubudiyah yg dilakukan hamba dg tujuan untuk mendekatkan diri kepada alloh, dan macam-macam amal tsb tergantung dari tingkah hati seorang hamba, amalan mana yg ia pilih dan suka untuk dapat suluk kpd alloh.
 Suluk adalah menempuh jalan untuk mendekatkan diri kpd alloh.., Hendaknya seorang hamba yg menginginkan suluk kpd alloh dalam melakukan amalan dan ubudiyah  untuk mendekatkan diri kpd alloh ialah yg sesuai dg waridatul ahwal nya ( benar-benar sesuai dlm hatinya) bukan krn meniru atau krn yg lain selain alloh.


Segala amal itu adalah bentuk yang berdiri tegak (yakni seumpama kerangka yang tidak bernyawa), sedangkan ruhnya ialah terwujudnya rahasia keikhlasan didalamnya (tanpa keikhlasan, segala amal itu adalah bagaikan tak bernyawa / tak berguna )
Fainsya alloh, segala amal dan ibadah hanyalah akan menjadi sia sia jika tidak ada keikhlasan didalamnya. Karena ikhlas merupakan ruh dari sebuah amal seorang hamba.
Ikhlas di bagi menjadi 3 tahap yaitu :
1.Ikhlas abidin ialah bentuk ikhlas pada tahap melakukan amal dg mengharap pahala dari alloh dan takut akan siksa alloh.
2. Ikhlas muhibbin ialah bentuk ikhlas pada tahap dimana melakukan amal hanya  untuk mengagungkan dan karena cinta kpd alloh.
3. Ikhlas arifin ialah dimana kondisi hati seorang hamba selalu berserah diri kpd alloh " لاحول ولاقوت الابالله " bahwa tiada daya dari hamba sedikitpun dalam beramal melainkan dari alloh,setiap gerakan ruas tubuhnya ketika ibadah adalah atas izin alloh .

Jumat, 24 April 2015

Hadirnya makrifatulloh tidak bergantung pada banyaknya amal melainkan kualitas amal


Tatakala alloh telah membuka satu pandanganmu dari Ma'rifat (alloh) maka engkau jangan berpaling karena sedikitnya amalmu, karena sesungguhnya alloh tdk akan membuka nya (Ma'rifat) kecuali dia menghendaki mengenalkan dirinya kepada mu.
Ma'rifat ialah mengetahui dan mengenal alloh dengan hadirnya rasa cinta kepada alloh di dalam hati seorang hamba.
Fainsya alloh : hadirnya Ma'rifat tidak bergantung atas banyak sedikitnya sebuah amal, melainkan kualitas sebuah amal ( seberapa ikhlas yg di lakukan untuk alloh) agar alloh berkenan mengenalkan dirinya untuk di cintai seorang hamba.
Apakah tiada engkau mengetahui bahwa pengenalan (al-Makrifah) adalah pemberian alloh kepadamu, sedangkan segala amalmu merupakan hadiahmu kepadaNya? Di manakah nilai hadiahmu kepada alloh jika dibandingkan dengan pemberianNya kepadamu?
Maksudnya fainsya alloh, apakah kita ketahui bahwa Ma'rifat ( melihat,mengenal dg rasa cinta kpd alloh dan dan kadang rasa semangat kita dlm agama dan ibadah ) adalah anugerah dan pemberian dari alloh,-
Maka segala amaliyah dan ubudiyah yg kita lakukan ialah semata - mata agar kita bisa taqorrub / dekat kepada alloh, karena jika amal kita merupakan hadiah kepada alloh, maka sangatlah tidak bernilai jika di bandingkan dg apa yg di berikan alloh kpd kita.
Maka sangatlah tdk pantas bagi seorang hamba yg dlm beramal dan ibadahnya masih mengharap dan meminta banyak hal kpd alloh, sedang sudah banyak hal dan nikmat yg di berikan alloh tidak pernah di sadari, dan hanya sdkit amal serta ibadah yg ikhlas krn alloh.

#AQIQAH
#KHAIRUNNAS

Kamis, 23 April 2015

Keraguan terhadap janji alloh menjadikan mata hati hamba gelap


Jangan engkau menjadi ragu mengenai janji-janji Alloh, ketika tidak terjadi yang dijanjikan, meskipun telah ditentukan waktunya, agar keraguan tersebut tidak menjadikan buta mata hatimu dan tidak memadamkan cahaya sirr-mu (cahaya hati mu)

Fainsya alloh maksudnya, jangan sampai kita meragukan atas janji alloh,karena keraguan tersebut akan menjadikan buta nya mata hati mu dan meredupkan cahaya hati mu

Janji alloh pastilah benar dan pasti terwujud, mungkin datangnya janji Allah menurut syarat dan sebab yang dipilih oleh Alloh, yang ada dalam ilmunya Alloh serta tiada terlihat kedatangannya. Begitu juga atas doa - doa hamba

Jika doa-doa hamba belum di wujudkan oleh alloh, mungkin ada syarat dan asbab yang belum dilakukan hamba untuk terwujudnya doa tersebut, oleh seorang hamba.

#Khairunnas
#aqiqah

Cara alloh mengabulkan do'a hamba


Karena Alloh telah menjamin untukmu akan menerima semua do’a, menurut apa-apa yang Alloh pilih untuk kamu, bukan menurut apa-apa yang kamu pilih untuk dirimu, dan pada waktu yang ditentukan oleh Alloh, bukan pada waktu yang kamu kehendaki.

Fainsya alloh maksudnya, alloh menjamin menerima doa hambanya dengan   menurut kehendak alloh bukan kehendak hamba, dan waktu yg di kehendaki alloh bukan oleh hamba, karena alloh maha mengetahui sedang hamba tidak sedikitpun,

Qs.al baqarah 216 : boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik bagimu (mnrut alloh), dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagi mu (mnrut alloh), alloh maha mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.

Hendaknya Syariat nya kita berdoa dan hakikatnya kita bertawakkal dan pasrah kepada alloh atas apa - apa yang di kehendaki alloh untuk diri kita, agar kita tidak menjadi mahluk yg selalu menuntut kpd alloh, sedang tidak sedikitpun ibadah ikhlas krn allohh 

ttp://aqiqahnurulhayat.com/news/kambing-aqiqah



Minggu, 22 Maret 2015

Tanda orang yang buta mata hatinya


Kesungguhan mu dalam mencari dunia yang hakikatnya sudah menjadi tanggungan alloh dan engkau sembrono dalam perkara ibadah kepada alloh, adalah menunjukkan orang yg buta mata hatinya.
Fainsya alloh maksudnya, tidak pantas bagi seorang yg menginginkan suluk kpd alloh berlebihan mencari urusan dunia yg hakikatnya menjadi tanggungan Allah tetapi ia lalai dan sembrono  dalam urusan ibadah ibadah, hal ini menunjukan seorang buta mata hatinya terhadap allohnya.
Di perkenankan memikirkan dan mencari urusan dunia asalkan tidak berlebihan sehingga tidak mengalahkan urusan ibadah kpda alloh..,sehingga mata hati tidak menjadi buta krn dunia..


Jangan sampai ada ( dalam hati mu ) karena lamanya pemberian ( terkabulnya doa ) , padahal engkau sudah bersungguh sungguh dalam berdoa, telah menjadikan engkau berputus asa kepada alloh.
Fainsya alloh, maksudnya.., hati hendaknya selalu berhusnudzon kpd alloh, jangan sampai karena lamanya di kabulkannya sebuah doa menjadikan hati berputus asa kepada alloh.
"Wallahu alimun hakim" sesungguhnya alloh maha mengetahui dan maha adil, alloh lebih mengetahui apa yang di butuhkan seorang hamba dan alloh maha adil atas kapan waktu yg tepat bagi hamba dalam mengabulkan doa hambanya.

#Abynas

Sabtu, 21 Maret 2015

Kuatnya keinginan tidak akan bisa merubah takdir

Tajamnya/kuatnya cita dan keinginan tidaklah bisa mendahului dan merubah takdir.
Maksudnya fainsya alloh, harapan dan keinginan hati yang kuat hendaknya di diiringi dengan tawakkal (pasrah kpd alloh) karena hal tersebut masih bergantung pada takdir alloh,
apabila impian,harapan, cita dan keinginan yang kuat tidak di ikuti dengan tawakkal (pasrah kpd alloh ) maka akan di dasari oleh nafsu yang menjadikan hati berpaling dari ketentuan alloh.


Tenangkanlah nafsumu dari sifat TADBIR ( bersusah payah dan memforsir diri serta merasa kuatir di dalam mengatur keperluan hidup ) karena tentang urusan mu sudah di urus oleh selain dirimu ( yakni alloh) tidak sepatutnya engkau campur tangan urusan alloh.

TADBIR adalah Usaha dalam urusan dunia secara memforsir diri dan penuh rekayasa, hal tersebut tidak di benarkan karena pada hakikatnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjamin dan menanggung bagi mereka akan rizki mereka. Dan Allah yang mengatur segalanya.

Fainsya alloh maksudnya, untuk dapat suluk kepada alloh hati hendaknya dapat mengurangi sifat tadbir dalam urusan dunia, tadbir di perkenankan asal di iringi dengan tafwid/ tawakkal ( pasrah kpd alloh), krn hidup dan rizki telah di tentukan alloh.

Seperti dalam alquran yang artinya: Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu dianggap muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.►
(Qs 62 Al-Jumu'ah: 10)

#abynas

Maqom tajrid dan maqom asbab

Keinginan seseorang menjadi maqom tajrid (beribadah tanpa memikirkan dunia)saat dia di tetapkan alloh berada pada maqom asbab (bekerja ) itu bagian dari kesenangan nafsu yang samar,Dan keinginan seseorang menjadi maqom asbab saat dirinya di tetapkan alloh pada maqom tajrid itu menurunkan tujuan derajat yang luhur dari alloh.

Maqom asbab yaitu maqom dimana seseorang hidup lumrah seperti pada umumnya dia bekerja mencari rizki untuk beribadah dan pekerjaannya tidak menjadikan penghalang ibadahnya kepada alloh.
Maqom tajrid yaitu maqom di mana seseorang yang menggantungkan hati dan pikirannya hanya kepada alloh dengan menjauhkan diri dari perkara dunia.

Jadi Seseorang yang melakukan suluk (menempuh jalan menuju alloh) harus mengikuti pada maqom yang sudah di tetapkan alloh untuknya, biarkan pindahnya maqom terjadi karena alloh, bukan berpindah karena menuruti nafsu baik asbab maupun taj'rid 


Sebagian tanda menggantungkan / membanggakan amal yaitu berkurangnya pengharapan pada Allah ketika terjadi adanya kesalahan.
Maka seorang hamba yg membanggakan amalnya akan berkuranglah keikhlasan dalam hatinya dan harapan terhadap allohnya.

#Abynas


Kamis, 19 Maret 2015

ngaji hikam

dalam blok ini penulis mengajak para pembaca untuk ngaji online yang mengkaji  kitab al hikam karangan ibnu atho'illah dengan tujuan untuk memperbaiki hati agar hati menjadi jernih dan lebih dekat kepada alloh dan tidak kental akan cinta terhadap perkara dunia yang menjadikan hati gelap dan buta, dan penulis mengharap saran serta perbaikannya dari para pembaca apabila di temukan kekurangan atau kesalahan dalam penulisan terjemah / penafsiran hikmah - hikmah yang terkandung dalam kitab al hikam tersebut. karena penulis hanyalah seorang faqir yang selalu mengharap petunjuk kebenaran dari alloh dan hamba hamba yang telah di beri petunjuk oleh alloh.