Sabtu, 21 Maret 2015

Maqom tajrid dan maqom asbab

Keinginan seseorang menjadi maqom tajrid (beribadah tanpa memikirkan dunia)saat dia di tetapkan alloh berada pada maqom asbab (bekerja ) itu bagian dari kesenangan nafsu yang samar,Dan keinginan seseorang menjadi maqom asbab saat dirinya di tetapkan alloh pada maqom tajrid itu menurunkan tujuan derajat yang luhur dari alloh.

Maqom asbab yaitu maqom dimana seseorang hidup lumrah seperti pada umumnya dia bekerja mencari rizki untuk beribadah dan pekerjaannya tidak menjadikan penghalang ibadahnya kepada alloh.
Maqom tajrid yaitu maqom di mana seseorang yang menggantungkan hati dan pikirannya hanya kepada alloh dengan menjauhkan diri dari perkara dunia.

Jadi Seseorang yang melakukan suluk (menempuh jalan menuju alloh) harus mengikuti pada maqom yang sudah di tetapkan alloh untuknya, biarkan pindahnya maqom terjadi karena alloh, bukan berpindah karena menuruti nafsu baik asbab maupun taj'rid 


Sebagian tanda menggantungkan / membanggakan amal yaitu berkurangnya pengharapan pada Allah ketika terjadi adanya kesalahan.
Maka seorang hamba yg membanggakan amalnya akan berkuranglah keikhlasan dalam hatinya dan harapan terhadap allohnya.

#Abynas


Tidak ada komentar:

Posting Komentar